Rabu, 07 September 2016

Transisi

Well come school adalah kegiatan yang terlihat di pagi hari dari jam 07.30-08.00
Menurut drg. Wismiarti Tamin dalam sambutannya pada pembukaan observasi di Sekolah Al-Falah Jakarta Timur (1/7) Anak-anak datang pada pukul setengah delapan tapi guru datang satu jam sebelum anak datang. karena gurupun perlu transisi. Jika guru datang bersamaan dengan anak maka akan sama heboh nya.
Beliaupun merinci beberapa fungsi kegiatan transisi yakni untuk membereskan fikiran, membereskan fisik dengan mencukupkan makan dan minum, tidak terburu-buru.
Dalam hal membereskan fisik selain dengan makan minum yang cukup, saya lihat di ruang transisi Alfalah ada sebuah cermin setinggi badan untuk membereskan penampilan sebelum masuk kelas. Setelah menata kepercayaan diri tampil di depan anak, mulailah guru menata lingkungan, sehingga saat anak datang
Sehingga saat anak datang, semua sudah siap. Saat transisipun digunakan untuk briefing selama 5 menit untuk mengingat kembali siapa yang bertugas menyambut anak, siapa yang berada di ruang transisi anak dan siapa yang berada di ruangan kelas untuk mendampingi bermain bebas di dalam dan tidak intervensi apapun tentang mainan yang dipilih anak bahkan saat ada anak yang hanya memilih duduk sajapun guru hanya mengucapkan "selamat duduk" atau "selamat jalan-jalan" pada anak yang memilih jalan-jalan dan tas nya masih dipunggungnya. Setelah itu mereka baru melakukan jurnal, ikrar, doa dan main bebas di luar.
Semakin kecil usia anak semakin panjang waktu yang ia butuhkan untuk transisi.

Senin, 22 Agustus 2016

Habibah Salsabila Purwakarta: Cara Mudah Mengasah Kecerdasan Sosial Anak

Habibah Salsabila Purwakarta: Cara Mudah Mengasah Kecerdasan Sosial Anak: Apakah anda termasuk orang yang peduli sosial? Seberapa seringkah  anda  memberikan senyuman pada orang yang baru anda lihat? seberapa se...

Cara Mudah Mengasah Kecerdasan Sosial Anak


Apakah anda termasuk orang yang peduli sosial? Seberapa seringkah  anda  memberikan senyuman pada orang yang baru anda lihat? seberapa seringkah anda menyapa seseorang? dan seberapa seringkah anda perhatian pada kakak, orang tua, adik dan teman?

Sebelum anda menjawab, saya ingin  menjawab pertanyaan itu untuk diri saya sendiri. Bagi saya menyapa orang itu adalah hal yang sulit, hawatir orang lain tak mau menjawab sapaan saya, memberikan  senyuman pada orang lain itu mungkin lebih mudah, tapi setelah senyum tak ada kata yang mampu untuk saya ungkapkan kecuali menjawab pertanyaan-pertanyaan dengan jawaban singkat, perhatian pada orang lain itu ada, namun tak banyak dan tak berlanjut.

Terkadang saya ingin seperti mereka yang dengan renyahnya menyapa teman-teman baru, mampu memberi perhatian yang banyak kepada orang lain dan kemampuan sosial lainnya. Bagi saya bersosialisasi itu menyiksa, berkumpul dengan orang-orang baru itu. Namun Saya butuh bantuan untuk berjiwa sosial.

Betapa mulianya Islam kita, konsep peduli sosial menjadi hal yang teramat penting dalam kehidupan, sampai-sampai sang pembawa Islam tak mau mengakui sebagai golongannya jika kita umatnya takpeduli pada orang sekitar. Coba saja lihat hadits Rosulullah ini:

”Bukanlah termasuk golongan kami orang yang tidak menyayangi orang muda di antara kami, dan tidak mengetahui kemuliaan orang-orang yang tua di antara kami”
(HR. At-Tirmidzy dari Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu ‘anhu, dan dishahihkan Syeikh Al-Albany )

Pagi itu, saya benar-benar terkesima dengan anak usia tiga tahun, ia benar-benar sangat peduli abangnya yang saat ini duduk di kelas satu SMP. Ia sering butuh bantuan untuk fokus seperti emak nya, Sering kali saya harus mengantarkan nasi bekalnya ke sekolah karena ia lupa memasukannya ke dalam tasnya.

"Nasi abang awas ketinggalan lagi" Serunya saat ia melihat kotak nasi dan air minum abang masih tergeletak di atas meja. Lalu ia mengambil, membawa, membuka rel sleting tas dan memasukan ke dalam tas warna coklat milik abangnya. lalu ia berkata, "Nah... udah masuk, gak ketinggalan lagi."


Saya terharu, terkesima, bersyukur karena si tiga tahun itu adalah anak saya sendiri. Sedangkan saya  tak terstimulasi kecerdasan sosialnya. Saya yang teramat tersiksa jika harus perduli orang lain, saya yang sering orang sebut asyik dengan diri sendiri.

Fitrah anak sesungguhnya perduli, stimulasi lingkungan sekolah Babyhouse Salsabila membantunya memiliki sikap sosial,  dan saya sebagai orang tua harus memelihara keperduliannya itu dengan mengapresiasi apa yang ia lakukan, jika saya tak mampu mencontohkan atau menjadi figur, maka sejak saat ini sayalah yang harus mencontohnya dan dialah menjadi figur saya, saya harus perduli seperti apa yang ia lakukan, saya harus perhatian sepertinya, saya harus hirau tak abai dan mengindahkan lingkungan.

Karena di usianya yang masih konkrit thinking, tak cukup baginya informasi verbal belaka tanpa contoh nyata, tak cukup baginya pemberitahuan tanpa pengamatan. Tak cukup baginya pengumuman tanpa pengalaman.

Apa yang ia lihat, apa yang amati, apa yang ia alami menjadi temuan baru baginya dan ia praktekan dalam kehidupan sosialnya. Walau emaknya tak cerdas sosial, namun lingkungan sekolah, teman-teman dan gurunya menjadi bahan observasi baginya dan menjadi bekal kehidupan sosialnya bahkan menjadi inpirasi bagi orang lain termasuk saya sendiri, emaknya.

Terima kasih teman-teman di Sekolah Sentra Salsabila, Guru-guru baik yang masih bergabung ataupun sudah lulus, Para Orang Tua teman-teman Avia, Civitas Akademika Sekolah AL-Falah dan Bukit Pelangi, serta semua yang telah mendukung yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu.

Terima Kasih

Rabu, 17 Agustus 2016

MENTAL GURU HONOR


Oleh Habibah Sirojuddin
Jika sekolah lain sibuk dengan ‪#‎haripertamasekolahnya‬, maka kami sibuk dengan penerimaan guru baru karena sekolah kami masuk minggu depan. Kali ini kami mulai menaikan kesejahteraan guru sehingga gaji yang di dapat walau tak besar namun cukup menggiurkan bagi beberapa kalangan calon guru.
Dua pelamar guru datang dengan antusias dan mengatakan sekolah kami lebih (baik?). Namum mereka datang dari sekolah lain dan baru saja pulang dari kegiatan ‪#‎haripertamamasuksekolah‬ mereka.
Lalu saya bertanya, "Apa yang terjadi jika sekolah lama ibu tinggalkan?"
Mereka menjawab,"Itu resiko lembaga, ketika kita menemukan yang lebih (baik?) Kenapa tidak.
Sedih rasanya mendengar jawaban itu, lalu saya menyarankan untuk meminta ijin kepada sekolah yang lama, apakah mereka disana masih sangat dibutuhkan atau sekolah lama sudah kuat hingga jika ditinggalpun tak banyak mempengaruhi mereka.
Semoga mereka juga memikirkan bagaimana anak-anak yang akan mereka tinggalkan.
Disela-sela wawancara kami datang seorang tamu dan saya mempersilahkan duduk lalu meminta ijin untuk menuntaskan urusan kami dulu. Di saat berikutnya saya meminta ijin untuk mebalas sms yang saya anggap sangat penting. Semoga menyadarkan mereka bahwa etika ijin itu penting dari hal sekecil apapun apalagi urusan meninggalkan sekolah yang menyangkut banyak umat.
Bahkan saya anjurkan untuk mengkader dulu penggantinya agar lembaga yang ditinggalkan stabil, setelah kuat kami sangat senang bekerja sama.
Selesaikan satu urusan baru pindah ke urusan lain.
Faidzaa faroghta fanshob.

MENTAL GURU HONOR


Oleh Habibah Sirojuddin
Jika sekolah lain sibuk dengan ‪#‎haripertamasekolahnya‬, maka kami sibuk dengan penerimaan guru baru karena sekolah kami masuk minggu depan. Kali ini kami mulai menaikan kesejahteraan guru sehingga gaji yang di dapat walau tak besar namun cukup menggiurkan bagi beberapa kalangan calon guru.
Dua pelamar guru datang dengan antusias dan mengatakan sekolah kami lebih (baik?). Namum mereka datang dari sekolah lain dan baru saja pulang dari kegiatan ‪#‎haripertamamasuksekolah‬ mereka.
Lalu saya bertanya, "Apa yang terjadi jika sekolah lama ibu tinggalkan?"
Mereka menjawab,"Itu resiko lembaga, ketika kita menemukan yang lebih (baik?) Kenapa tidak.
Sedih rasanya mendengar jawaban itu, lalu saya menyarankan untuk meminta ijin kepada sekolah yang lama, apakah mereka disana masih sangat dibutuhkan atau sekolah lama sudah kuat hingga jika ditinggalpun tak banyak mempengaruhi mereka.
Semoga mereka juga memikirkan bagaimana anak-anak yang akan mereka tinggalkan.
Disela-sela wawancara kami datang seorang tamu dan saya mempersilahkan duduk lalu meminta ijin untuk menuntaskan urusan kami dulu. Di saat berikutnya saya meminta ijin untuk mebalas sms yang saya anggap sangat penting. Semoga menyadarkan mereka bahwa etika ijin itu penting dari hal sekecil apapun apalagi urusan meninggalkan sekolah yang menyangkut banyak umat.
Bahkan saya anjurkan untuk mengkader dulu penggantinya agar lembaga yang ditinggalkan stabil, setelah kuat kami sangat senang bekerja sama.
Selesaikan satu urusan baru pindah ke urusan lain.
Faidzaa faroghta fanshob.

5 CARA JAGO MATEMATIKA


oleh @bangsaid
5 Hal Penting Bagi Perkembangan Kemampuan Dasar Matematika Anak
Kebanyakan orang tua, ingin anaknya cerdas matematika. Orang tua beranggapan, cerdas matematika sangat membantu anak di masa dewasanya nanti. Meskipun setelah teori kecerdasan berkembang, ternyata sukses anak di usia dewasanya tidak hanya ditentukan oleh satu jenis kecerdasan saja, namun oleh berbagai macam kecerdasan jamak. Sayangnya tak banyak yang berhasil membangun anaknya untuk pandai dalam bidang Matematika. Alih-alih cinta dengan pelajaran ini, matematika menjadi momok yang menakutkan bagi banyak anak-anak, bahkan sejak di usia sekolah dasar.
Karena sudah terlanjur termakan dengan konsep bahwa anak harus cerdas di bidang Matematika, muncullah kursus berhitung. Orang tua berbondong-bondong memasukkan anaknya. Ironisnya kesalahan pemahaman cerdas matematika masuk ke ranah pendidikan formal di usia Taman Kanak-kanak. Anak-anak usia TK yang seharusnya lebih banyak eksplorasi dan belajar melalui main malah dijejali dengan kurikulum yang berfokus pada baca-tulis-hitung (calistung). Dampak jangka panjangnya di usia formal operasional. Anak yang sejak TK diajarkan berhitung abstrak (menghafal angka-angka) cenderung mengalami kesulitan belajar matematika di kelas 5 sekolah dasar.
Untuk cerdas matematika, ada hal yang perlu orang tua dan guru ketahui tentang perkembangan anak. Berbagai konsep tahapan perkembangan yang ada menjadi dasar bagaimana memberikan pembelajaran yang sesuai untuk anak. Seperti teori perkembangan menurut Anna Freud yang menjelaskan tentang bagaimana anak belajar sejak bayi hingga dewasa. Mula-mula anak belajar dengan tubuhnya, mainan, bermain, main dengan aturan lalu di usia sekolah dasar dengan bekerja. Semuanya menjadi bekal guru untuk memberikan metode pembelajaran yang tepat.
Selain itu guru perlu tahu bahwa setidaknya ada 5 hal yang menjadi bagian penting dalam perkembangan kemampuan dasar matematika anak. Kelima hal penting ini akan membantu anak mengidentifikasi dan mendeskripsikan hubungan antara benda dengan benda.
1. Matching Skill (Kemampuan Memasangkan/Menghubungkan)
Gambar : Memory Game adalah salah satu permainan yang mengasah Matching Skills Anak (sumber gambar : aliexpress.com)
Matching Skill melibatkan hubungan (korespondensi) satu-satu. Anak memasangkan warna, gambar, atau bentuk yang sama. Permainan Memory adalah salah satu cara meningkatkan skill ini.
2. Comparing Skill (Kemampuan Membandingkan)
Gambar : Anak mengamati persamaan dan perbedaan balok miliknya dan milik teman (sumber gambar : parentmap.com)
Kemampuan membandingkan ini meliputi mengidentifikasi persamaan dan perbedaan dari apa yang dimiliki anak dengan apa yang dimiliki orang lain. Sebagai contoh ketika anak bermain balok, anak diajak untuk mengamati hal apa saja yang sama dari balok yang dia pegang dengan balok yang dipegang oleh teman. Ketika anak mampu membandingkan dengan melihat persamaan dan perbedaan, ini akan menjadi modal penting bagi skill berikutnya, yaitu klasifikasi.
3. Sorting Skill (Kemampuan Menyortir atau Mengklasifikasi)
Gambar : Mengklasifikasi Benda berdasarkan warna-bentuk-ukuran (sumber gambar :teachpreschool.org)
Kemampuan mengklasifikasi adalah kemampuan menemukan kesamaan atau persamaan dari sekelompok benda. Sebagai contoh, berbagai manik ronce kayu di atas disortir berdasarkan warnanya, bentuknya, atau ukurannya. Setelah menyortir dengan satu variabel anak belajar untuk menyortir berdasarkan dua variabel yang sama seperti warna dan bentuk yang sama, dan seterusnya.
4. Sets (Kumpulan)
Gambar : Sekelompok Alat Makan biasanya tersedia di kelas (sumber gambar :learningresources.com)
Kumpulan benda adalah hasil akhir dari tahap klasifikasi. Mengumpulkan sekelompok benda dengan fungsi yang sama membutuhkan kemampuan klasifikasi yang tinggi. Inilah kenapa di kelas anak usia dini, kumpulan benda-benda dan alat main harus tersedia seperti, sekumpulan balok (yang terdiri dari berbagai jenis balok), sekumpulan alat main peran mikro, kumpulan peralatan makan (yang terdiri dari sendok, piring, garpu, dan cangkir), kumpulan peralatan shalat (yang terdiri dari mukena, sajadah, dan sarung), dan sebagainya.
5. Measuring Skill (Kemampuan Mengukur)
Gambar : Measuring Skill sumber gambar : earlychildhoodmagazine.org
Mengukur adalah kemampuan anak untuk menentukan tingkatan atau kadar sebuah benda. Semisal ketika berinteraksi dengan balok, anak dapat mengukur balok meliputi panjang, berat, atau tinggi balok. Atau ketika bermain di sentra bahan alam anak diajak untuk mengukur suhu air dalam bak.

Selasa, 16 Agustus 2016

SIAPKAN MENTAL ANAK

Entah dari mana avia si usia toodler ini tahu kosa kata "kalah dan menang", Saat kami menaiki tangga ia memintaku untuk berhenti dan ia berjalan mendahului.
"Bunda, bunda diam dulu aku mau menang." Begitu celotehnya.
Saat saya tak sengaja sampai di suatu tempat mendahuluinya, ia menangis dan berteriak, "Aku ingin menaaang, bunda balik lagi, bunda yang kalah."
Saat makan bersama kakak Aza ia akan berusaha menghabiskannya lebih cepat dan berkata, "Aku menang."
Saya terpaku menyaksikan keadaan ini, saat saya tak disampingnya banyak pengaruh lingkungan yang membuat saya hawatir.
Apa yang terjadi jika ia harus selalu mencapai target MENANG, Jika suatu saat ia kalah bagaimana ia menghadapinya. Anak kecil tak boleh kecewa, tapi pun tak mungkin akan selalu menang.
Hari ini Kakak Aza dan Avia pulang sholat maghrib dari Mushola dan Kakak Aza bersorak, "Aku menaaang." Namun betapa LEGA hati saya saat Avia berkomentar, "MENANG ATAU KALAH BIASA SAJA."